Text
La Ilaha Illallah: tafsir kalimat tauhid
Dalam agama Islam, tauhid atau doktrin tentang keesaan mut-lak Allah-yakni, "Tidak ada tuhan yang berhak dan pantas disembah selain Allah" (Lâ ilâha Allah)-menempati posisi sangat sentral dan teramat penting. Bagi seorang Muslim, mengimani tauhid adalah syarat mutlak keislaman yang tak bisa ditawar-tawar lagi. Keimanan pada ajaran tauhid harus dimiliki selama hayat masih dikan-dung badan dan bahkan mesti dipegang seteguh-teguhnya di saat se-orang Muslim menyongsong kematian. Kesaksian tauhid yang diucap-kan seorang Muslim di kala menjemput ajal adalah benar-benar murni dan tulus serta tidak lagi bercampur dengan kotoran hawa-nafsu. Sebab, seorang yang tengah menyongsong ajal sudah tidak lagi memiliki syah-wat.
Untuk memahami sepenuhnya dan mengamalkan ajaran tauhid de-ngan sebenar-benarnya, kita tidak bisa melakukannya tanpa bimbingan dan tuntunan Nabi Muhammad saw., yang paling bertauhid, paling me-ngenal, dan paling mengetahui Allah dengan sebaik-baiknya ketimbang diri kita. Di sinilah letak pentingnya kesaksian kenabian beliau, yakni "Muhammad adalah utusan Allah" (Muhammad Rasûlullah). Betapa-pun juga, mustahil kita mengenal dan mengetahui Allah dengan sebaik-baiknya seperti dilakukan Nabi saw. Imam ar-Râzî mengatakan bahwa apa pun yang kita katakan tentang Allah bukanlah Allah itu sendiri. Se-bab, semua itu bersumber dari citraan-citraan yang kita peroleh dari wi-layah yang terbatas oleh ruang dan waktu, sementara Allah melampaui segala sesuatu.
Karenanya, selain mengesakan Allah, kita mesti bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah agar kita selamat dalam bertauhid ke-pada-Nya. Dengan kesaksian ini, pengakuan keimanan kita menjadi sempurna dan kita menegaskan bahwa Allah yang kita maksud adalah Allah yang juga dimaksud oleh Nabi saw., bukan Allah yang lain. Da-lam buku ini, Imam Fakhruddin ar-Râzî berusaha menguraikan hakikat dan makna kalimat tauhid. Dengan argumen yang padat dan cermat, Imam ar-Rāzi berkesimpulan bahwa akal manusia terlalu kerdil untuk bisa memahami dan mengenal Allah dengan sebaik-baiknya tanpa bim-bingan dan tuntunan Nabi Muhammad saw.
Tidak tersedia versi lain